HR Management

TOXIC IN THE WORKPLACE

(RACUN DITEMPAT KERJA)

10167743724_6c8e8cf421

Kalo membaca judulnya biasanya yang ada dipikiran kita, ini pasti ada hubungannya dengan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Nah kalo sudah seperti itu pikiran kita sudah masuk ke area “Terlalu Mainstream” alias kurang kekinian. Karena yang kita pikirkan tentang racun adalah bahan-bahan kimia yang masuk dalam kategori B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) bener nggak ?

Bahan Berbahaya dan Beracun atau kerap disingkat B3 adalah zat atau bahan-bahan lain yang dapat membahayakan kesehatan atau kelangsungan hidup manusia, makhluk lain, dan atau lingkungan hidup pada umumnya. Karena sifat-sifatnya itu, bahan berbahaya dan beracun serta limbahnya memerlukan penanganan yang khusus (kira-kira begitu bunyinya menurut Wikipedia)

Kalo menurut Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. Dalam PP ini, B3 diklasifikasikan menjadi :

  1. Mudah meledak (explosive), yaitu bahan yang pada suhu dan tekanan standar (25 0C, 760 mmHg) dapat meledak atau melalui reaksi kimia dan atau fisika dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan di sekitarnya.
  2. Pengoksidasi (oxidizing), yaitu bahan yang memiliki waktu pembakaran sama atau lebih pendek dari waktu pembakaran senyawa standar.
  3. Mangat mudah sekali menyala (extremely flammable), yaitu B3 padatan dan  cairan yang memiliki titik nyala di bawah 0 derajat C dan titik didih lebih rendah atau sama dengan 35 0
  4. Sangat mudah menyala (highly flammable), yaitu bahan yang memiliki titik nyala 0-210
  5. Mudah menyala (flammable).
  6. Amat sangat beracun (extremely toxic);
  7. Sangat beracun (highly toxic);
  8. Beracun (moderately toxic), yaitu bahan yang bersifat racun bagi manusia dan akan menyebabkan kematian atau sakit yang serius apabila masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan, kulit atau mulut.
  9. Berbahaya (harmful), yaitu bahan baik padatan maupun cairan ataupun gas yang jika terjadi kontak atau melalui inhalasi ataupun oral dapat menyebabkan bahaya terhadap kesehatan sampai tingkat tertentu.
  10. Korosif (corrosive), yaitu bahan yang menyebabkan iritasi pada kulit, menyebabkan proses pengkaratan pada lempeng baja SAE 1020 dengan laju korosi lebih besar dari 6,35 mm/tahun, atau mempunyai pH sama atau kurang dari 2 untuk B3 bersifat asam dan sama atau lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat basa.
  11. Bersifat iritasi (irritant), yaitu bahan padat atau cair yang jika terjadi kontak secara langsung, dan apabila kontak tersebut terus menerus dengan kulit atau selaput lendir dapat menyebabkan peradangan.
  12. Berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment), yaitu bahaya yang ditimbulkan oleh suatu bahan seperti merusak lapisan ozon (misalnya CFC), persisten di lingkungan (misalnya PCBs), atau bahan tersebut dapat merusak lingkungan.
  13. Karsinogenik (carcinogenic), yaitu bahan yang dapat menyebabkan sel kanker.
  14. Teratogenik (teratogenic), yaitu bahan yang dapat mempengaruhi pembentukan dan pertumbuhan embrio.
  15. Mutagenik (mutagenic), yaitu bahan yang menyebabkan perubahan kromosom (merubah genetika).

Tapi yang akan kita bicarakan disini bukan masalah bahan-bahan yang berbahaya dan beracun tetapi adalah masalah Manusia atau Perlaku Manusia, mesin atau peralatan kerja, lingkungan kerja dan jenis pekerjaan itu sendiri  yang ada ditempat kerja yang bisa meracuni atau menjadi racun bagi sesama manusia (atau sebut saja Anggota Team) yang ada dilingkungan kerja tersebut.

Inilah yang disebut Toxic in the workplace atau Racun Ditempat Kerja

Aneh ya kedengarannya? Lalu apa yang dimaksud dengan Racun ditempat kerja ?

Racun ditempat kerja adalah suasana kerja yang sangat negatif dan berdampak buruk bagi  karyawan. Racun ini bisa disebabkan oleh Manusia, Tata tertib atau aturan kerja, Mesin atau peralatan kerja, Lingkungan kerja, jenis pekerjaan itu sendiri, dll.

Tahukah Anda, jika membiarkan lingkungan kerja dikelilingi hal negatif, itu akan membawa dampak buruk bagi kehidupan kita? Sesuatu seperti racun yang menganggu kesehatan emosi dan mental kita.

Nah apa saja yang bisa menimbulkan energi negatif ditempat kerja ?

  1. Jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan ekspektasi karyawan

Pada saat kita melamar suatu pekerjaan, biasanya kita ingin ditempatkan ditempatkan dan mendapatkan jenis pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang kita ambil saat kita sekolah atau kuliah dulu. Kita tidak sadar bahwa dunia usaha sekarang semakin tidak jelas. Mereka bisa menempatkan orang dimana saja tanpa harus mempertimbangkan jurusan yang pernah diambil calon tenaga kerja saat berada dibangku sekolah maupun kulah.

73-Karyawan-Tidak-Puas-dengan-Pekerjaan-Mereka-JobStreetcom-Indonesia-30102014

Apa akibatnya ? sebagian orang yang punya mental kuat, akan menerima jenis pekerjaan sebagai Tantangan baru dalam hidupnya. Dan meraka yakin bahwa apabila kita mau belajar maka tak ada hal yang sia-sia.

Namun bagi sebagian orang yang belum siap secara mental, mereka mulai mengeluh karena apa yang mereka kerjakan sangat tidak sesuai dengan ekspektasi mereka saat mereka sekolah atau kuliah dulu. Dari keluhan inilah maka akan timbul energi negatif ditempat kerja mereka. Energi negatif ini akan mempengaruhi mood nya dalam bekerja, mempengaruhi pola pikirnya, mempengaruhi emosinya kemudian mempengaruhi perilakunya dalam bekerja dan pada akhirnya akan mempengaruhi kehidupannya juga.

Energi negatif yang ditimbulkan orang ini juga akan mempengaruhi emosi orang lain yang seirama dengannya. Kalo hal ini terjadi maka akan semakin negatif suasana kerja ditempat itu. Inilah racun ditempat kerja.

  1. Lingkungan kerja yang tidak sehat dan tidak kondusif

Lingkungan kerja yang tidak sehat dapat menimbulkan dampak negatif bukan hanya pada kondisi fisik karyawan tetapi juga kondisi psikisnya. Bayangkan jika Anda bekerja diruang yang sangat pengap dan kurangnya ventilasi, apa yang Anda rasakan ? Apakah Anda merasa sehat berada diruangan itu ? Tentu saja tidak. Atau Anda bekerja ditempat yang sangat panas atau kotor dan mungkin berdebu selama berjam-jam. Pasti kesehatan tubuh Anda akan terganggu.

stressed-anyone

Apakah hanya kesehatan tubuh saja yang terganggu? Tentu tidak, karena kesehatan psikis Anda pun akan terganggu. Anda akan sering mengeluh, pusing, stress, gelisah, mudah marah dan lain-lain.

Anda mengeluh, stress, gelisah dan mudah marah berarti Anda sedang menebar energi negatif ditempat kerja. Yang pada akhirnya sebenarnya Anda sedang menebar Racun baik bagi diri Anda sendiri maupun ditempat kerja Anda sendiri.

Dan racun yang Anda tebarkan ini akan semakin membesar manakala ada orang lain disekitar Anda yang berpola pikir sama seperti Anda. Karena energi negatif ini akan terakumulasi dan menjadi bola salju yang akan menghancurkan diri Anda dan orang-orang disektar Anda.

Waspadalah !

  1. Mesin atau peralatan kerja yang tidak memadahi

Di era komputerisasi ini, pekarjaan apa yang tidak membutuhkan mesin yang satu ini ? hampir semua jenis pekerjaan membutuhkan mesin pintar ini. Lalu pertanyaannya adalah bagaimana rasanya jika ditempat kerja Anda tidak disediakan komputer atau disediakan komputer tetapi spesifikasinya jauh lebih rendah dari yang Anda butuhkan atau dibutuhkan oleh pekerjaan Anda ?

629293-1000xauto-komputer-jadul-

Apa yang akan terjadi pada diri Anda ? Anda akan sering mengeluh, pusing, stress, gelisah, mudah marah dan lain-lain. Tapi ingat pada saat Anda mengeluh, stress, gelisah dan mudah marah berarti Anda sedang menebar energi negatif ditempat kerja. Yang pada akhirnya sebenarnya Anda sedang menebar Racun baik bagi diri Anda sendiri maupun ditempat kerja.

Dan racun yang Anda tebarkan ini akan semakin membesar manakala ada orang lain disekitar Anda yang mengalami hal yang sama dan berpola pikir sama seperti Anda. Karena energi negatif ini akan terakumulasi dan menjadi bola salju yang akan menghancurkan diri Anda dan orang-orang disektar Anda.

Waspadalah !

  1. Tata tertib, aturan atau metode kerja yang tidak ekologi

Ditempat kerja diperusahaan manapun pasti ada yang namanya Tata tertib atau aturan kerja. Pasti juga ada yang namanya Metode kerja atau yang lebih populer disebut sebagai SOP (Standard Operating Procedure). Namun apakah itu semua pasti sesuai dengan apa yang Anda inginkan ? Apakah membuat Anda happy atau justru malah tertekan ?

Pada awal Anda masuk bekerja mungkin Anda mau saja disodorkan beberapa aturan yang Anda sendiri sebenarnya juga kurang memahaminya. Hanya karena Anda adalah karyawan baru, maka mau tak mau Anda harus menerimanya, jika tidak maka Anda akan tersingkirkan.

Namun setelah Anda bekerja bebrapa lama, saat Anda mulai berinteraksi dengan teman-teman Anda yang bekerja diperusahaan lain yang menurut Anda tampak lebih baik, maka akan mulai terasa bahwa ada beberapa peraturan atau tata tertib kerja yang tidak sesuai dengan keinginan Anda, ada beberapa petunjuk kerja yang sudah usang karena tidak sesuai dengan apa yang Anda lakukan namun Anda tidak kuasa untuk merubahnya.

Dan Andapun akan mulai mengeluh, pusing, stress, gelisah, mudah marah dan lain-lain. Tapi ingat pada saat Anda mengeluh, stress, gelisah dan mudah marah berarti Anda sedang menebar energi negatif ditempat kerja. Yang pada akhirnya sebenarnya Anda sedang menebar Racun baik bagi diri Anda sendiri maupun ditempat kerja.

Dan racun yang Anda tebarkan ini akan semakin membesar manakala ada orang lain disekitar Anda yang mengalami hal yang sama dan berpola pikir sama seperti Anda. Karena energi negatif ini akan terakumulasi dan menjadi bola salju yang akan menghancurkan diri Anda dan orang-orang disektar Anda.

Waspadalah !

  1. Faktor manusia

Jika seseorang membiarkan lingkungan kerjanya dikelilingi hal yang negatif (seperti “racun”), itu akan memberikan dampak buruk bagi kehidupannya. Menurut Jobstreet.com, sebagian besar dari kita pernah mengalaminya di satu titik kehidupan kita. Hal tersebut tidaklah sehat dan pastinya tidak baik untuk emosi dan mental kita. Meskipun orang lain berpikiran berbeda, kita selalu punya sebuah pilihan. Dari keempat faktor penyebab diatas, mulai dari jenis pekerjaan yang tidak sesuai, lingkungan kerja yang tidak sehat, mesin atau peralatan kerja yang tidak memadai, peraturan dan tata tertib kerja yang tidak sesuai, sebenarnya ujung-ujungnya adalah faktor manusia.

Lalu apa saja faktor manusia yang bisa menimbulkan racun ditempat kerja ?

a. Mengeluh

Menurut Jobstreet, mengeluh adalah hal yang manusiawi, tetapi terlalu banyak mengeluh akan menimbulkan energi yang negatif di tempat kerja. Lebih parah lagi, energi negatif akan menyebar dengan mudah dan cepat. Apakah rekan kerja kita banyak mengeluh namun tidak melakukan sesuatu yang membangun untuk memecahkan masalah? Apakah kita akan melakukan hal yang sama juga hanya supaya diterima?

statik.tempo.co

Ketika suatu masalah muncul, apakah kebiasaan saling tunjuk dan saling menyalahkan terjadi? Menurut Jobstreet, hal itu merupakan sesuatu yang biasa terjadi di organisasi-organisasi besar, dan itu adalah suatu budaya yang menyebarkan racun di tempat kerja. Selain tidak produktif, Jobstreet menyatakan bahwa hal tersebut juga tidak mendorong semangat tim atau akuntabilitas, dimana keduanya merupakan nilai penting dari seorang pekerja. Ketika seseorang terpapar energi negatif terus-menerus, sulit untuk tidak terpengaruh. Jika kita mengetahui bahwa kita merasa pesimis dan mengkritik pekerjaan kita dan orang-orang yang bekerja dengan kita, ada kemungkinan kita tidak berada dalam lingkungan yang kondusif.

(https://www.pcplus.co.id/2017/03/enterprise-dan-korporasi/inilah-5-racun-yang-harus-dihindari-di-tempat-kerja/1)

b. Kurangnya semangat Team

Apakah rekan kita bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama, atau mereka sepertinya memunyai agenda pribadi? Apakah menusuk dari belakang sesuatu yang biasa terjadi di tempat kerja kita? Jika iya, Jobtstreet menyatakan bahwa kita mungkin tidak memunyai tingkat kepercayaan yang tinggi di antara kolega dan atasan kita . Jobtreet menyatakan bahwa kurangnya semangat tim merupakan hal yang buruk bagi perusahaan dan karyawan. Menurut Jobstreet, kita belajar dan tumbuh dengan lebih baik sebagai sebuah komunitas daripada dalam keterasingan (https://www.pcplus.co.id/2017/03/enterprise-dan-korporasi/inilah-5-racun-yang-harus-dihindari-di-tempat-kerja/1)

c. Manajemen yang terlalu mengawasi

boss-shouting-at-staff-001

Apakah atasan kita percaya kepada penilaian kita dan mendukung kita untuk bekerja secara mandiri, atau atasan kita selalu mengawasi setiap tahap pekerjaan kita? Jika itu yang terakhir, kita dapat merasakannya. Menurut Jobstreet, bekerja di lingkungan yang selalu dikontrol akan meningkatkan keragu-raguan akan kemampuan diri sendiri dan mengikis rasa percaya seiring dengan berjalannya waktu (https://www.pcplus.co.id/2017/03/enterprise-dan-korporasi/inilah-5-racun-yang-harus-dihindari-di-tempat-kerja/1)

d. Kurangnya persahabatan

Sebagai manusia, sebagian besar dari kita membutuhkan untuk terhubung dengan orang lain. Itulah mengapa media sosial menjadi bagian besar dalam kehidupan kita. Kita menikmati hubungan sosial yang bermakna. Apakah Anda mempunyai hubungan yang baik dengan teman-teman dan atasan Anda? Kita menghabiskan rata-rata 8 jam per hari, 5 hari di tempat kerja. Kedekatan dengan kolega meningkatkan produktivitas dan menjaga kita tetap termotivasi. Jika Anda memunyai masalah pergaulan dengan rekan kerja Anda, Anda tidak  akan menikmati waktu dikantor (https://www.pcplus.co.id/2017/03/enterprise-dan-korporasi/inilah-5-racun-yang-harus-dihindari-di-tempat-kerja/)

e. Kurangnya penghargaan

Penghargaan adalah salah satu ciri kunci lingkungan kerja yang sehat.

20ad2a6

Kepemimpinan yang gagal untuk menginspirasi penghargaan, pasti akan gagal untuk mempertahankan bakat. Sama halnya, kurangnya penghargaan di antara rekan sekerja akan menimbulkan konflik dan kebencian. Semua itu berkontribusi sebagai racun di tempat kerja.

Apakah kita menghargai orang-orang yang bekerja dengan kita dan sebaliknya? Menurut Jobstreet, jika tidak, mungkin itu bukanlah merupakan tempat kerja yang nyaman.

Jobstreet menyatakan bahwa Anda tidak akan menemukan kantor yang sempurna di mana setiap orang memunyai kesepakatan yang sempurna. Jobstreet menambahkan bahwa bagaimanapun juga, keberagaman adalah ciri penting sebuah perusahaan yang maju. Dengan demikian, meminimalkan drama dan hal negatif seharusnya menjadi fokus dari budaya perusahaan.

Jobstreet menambahkan bahwa jika kita mengungkapkan keprihatinan kita, akan tetapi belum ada peningkatan yang berarti, dan hal tersebut mempengaruhi mental dan emosi kita, mungkin ini saatnya untuk berpindah pekerjaan. Tidaklah penting untuk bertahan di tempat yang menambah stres yang tidak ada gunanya dalam kehidupan kita. Menurut Jobstreet, hidup sudah cukup penuh dengan tantangan. Oleh sebab itu belajarlah untuk lebih bisa menghargai.

f. Gosip

Di lingkungan kantor, jenis komunikasi yang mungkin terjadi pun beragam; ada yang mengangkat topik pembicaraan yang positif dan membangun, namun tak jarang pula topik yang diangkat bersifat negatif atau menjatuhkan orang lain, atau yang lebih dikenal dengan istilah “bergosip”.

ilustrasi-tukang-gosip

Gosip sering juga disebut sebagai kabar burung. Pengertian gosip adalah suatu berita yang menyebar belum tentu/tanpa berlandaskan pada kenyataan atau fakta. Dengan demikian, gosip bisa saja benar, namun bisa pula salah. Jadi, berita dalam gosip masih diragukan kebenarannya. Sebab, seringkali berita dalam gosip tidak jelas sumbernya. Umumnya, gosip muncul bila pernyataan secara terbuka tidak mungkin dilontarkan. Oleh sebab itu, berita kemudian tersebar melalui mekanisme pembicaraan antar orang. Melalui mekanisme seperti itu, berita akan tersebar dengan cepat. Apalagi berita itu menarik. Misalnya berita mengenai orang yang menjadi perhatian publik (public figure), misalnya sang Boss atau para Manager atau Asisten Manager yang biasanya over acting, atau Supervisor yang terlalu galak, dan lain-lain (http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-gosip-apa-itu-gosip.html)

Bagaimanapun juga yang namanya gosip baik yang sesuai maupun yang tidak sesuai dengan kenyataan akan menimbulkan suasana kerja yang negatif. Oleh sebab itu gosip masuk dalam kategori Racun di tempat kerja. Oleh sebab itu hindarilah gosip.

g. Rumor

Pengertian rumor adalah suatu jenis informasi yang sumbernya tidak diketahui secara jelas, atau bisa disebut juga dengan kabar burung yaitu informasi yang terbawa angin. (Yayasan Mitra Bintibmas : 1999). Ada juga yang mendefinisikan Rumor sebagai sebuah kabar burung yang sumber informasinya tidak diketahui secara jelas namun informasi ini bisa mempengaruhi perilaku sosial.

Sedangkan Definisi rumor adalah sepotong informasi yang belum diverifikasi sumbernya (belum terbukti benar) yang pada umumnya menyebar dari mulut ke mulut.

Rumor adalah gunjingan atau pembicaraan yang tersebar di masyarakat atau dimana saja termasuk ditempat kerja mengenai sesuatu, seseorang, atau kelompok. Seperti rumor mengenai asal usul kekayaan seseorang yang dianggap berasal dari hasil korupsi walaupun belum dapat dibuktikan kebenarannya. Atau rumor mengenai pembagian Bonus Tahunan  yang sudah muncul bahkan sebelum Manajemen mengeluarkan pernyataan resmi. Tidak jelas darimana munculnya rumor ini  entah hanya ciptaan si pembuat berita atau desas-desus yang kemudian dijadikan berita oleh penyebar berita.

Ciri utama sebuah rumor adalah tidak adanya verifikasi mengenai kebenaran sebuah informasi. Sebuah rumor biasanya berasal dari sumber yang tidak jelas dan bukan berasal dari pernyataan resmi yang bersangkutan sehingga sulit untuk memverifikasinya (http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-rumor/)

Rumor biasanya menimbulkan kegelisahan ditempat kerja karena akan memancing tiap orang untuk berpikiran sesuai persepsi masing-masing dan hal ini sangat meracuni suasana kerja .

Bayangkan bagaimana suasana kantor Anda jika tiba-tiba ada rumor bahwa bonus tahunan untuk tahun ini tidak dibagikan, atau produksi akan dihentikan sementara karena pasar sedang lesu. Semua orang akan kena racun rumor ini dan pada akhirnya kacaauuuu….dah.

Walaupun terkesan sepele, sebuah rumor dapat memberikan dampak cukup besar bagi objek yang terkena rumor. Seseorang atau sekelompok orang dapat merasa sangat terganggu karena adanya rumor mengenai kehidupan mereka. Yang berpasangan bisa berpisah, nama baik organisasi pun bisa tercoreng, bahkan pasar saham sekalipun juga dapat terpengaruh hanya karena sebuah rumor.

 

Sebagaimana Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), racun-racun lain ditempat kerja harus dieliminasi dan kalau memungkinkan harus dibuang agar suasana kerja bisa lebih positif dan produktivitas karyawan juga lebih meningkat.

Salam.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s