COACHING

I WAN TO BE A COACH (1)

xcoaching.png.pagespeed.ic.RVdYMEOTBe
sumber gambar : (https://less.works/less/adoption/coaching.html)

Sudah lama, saya bermimpi bisa bekerja dari rumah dengan dukungan keluarga dan dengan didorong oleh semangat … untuk bisa membantu dan melayani orang lain.

Jika dikatakan bahwa saya senang membantu orang lain mungkin akan dianggap berlebihan. Namun saya punya obsesi untuk melakukan itu. Itu adalah kekuatan pendorong  bagi saya untuk belajar membuat blogging  dan banyak aspek lain dalam hidup saya.

Saya mulai merangkum ide untuk menjadi  seorang Coach  dan mentor sebagai profesi saya setelah kelak tidak aktif lagi bekerja diperusahaan tempat saya bekerja sekarang .

Hal pertama yang bisa saya lakukan adalah mengikuti seminar-seminar atau pelatihan-pelatihan tentang Coaching dan Mentoring yang diadakan oleh Lembaga Pelatihan apapun, sebelum saya benar-benar harus masuk sekolah Coaching sampai mendapat sertifikasi sebagai  seorang Coach. Meskipun saya harus membayar dengan uang dari kocek saya sendiri, namun saya melakukannya terutama untuk membantu orang lain maupun  keluarga saya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, meraih sukses sesuai apa yang diimpikan dan menjalani gaya hidup yang lebih sehat, bukan dengan maksud untuk meraih keuntungan sebagai seorang Coach.

Beberapa tahun yang silam, saya masih menekuni pekerjaan dibidang Quality Control, sebuah bidang pekerjaan yang cukup menantang bagi saya, karena sebagai seorang Teknik saya harus belajar tentang standard kualitas dan bagaimana mengendalikan kualitas barang.

Saya belajar tentang Sampling Plan, Acceptable Quality Level (AQL), Military Standard, ANSI (American National Standard Institute) dan lain-lain.

Setelah itu saya dimutasi kebagian Quality System, disana saya harus belajar lagi tentang Audit yang berkaitan dengan System Manajemen Mutu ISO 9001, System manajemen Lingkungan ISO 14001 dan System manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001.

Ini pekerjaan yang sangat menantang bagi saya, karena selain saya harus belajar hal-hal baru tentang sistem Manajemen saya juga harus bisa mendapatkan sertifikat sebagai seorang Asesor meskipun hanya sebatas Internal Asesor.

Saya mengikuti berbagai pelatihan tentang ISO dan Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan sertifikat sebagai seorang Asesor. Bukan hanya sebagai seorang Asesor, saya juga mendapat kehormatan untuk menjadi Koordinator Asesmen untuk Internal Asesmen.

Berawal dari akhir tahun 2012 silam, dalam sebuah acara Management Review tiba-tiba Manajemen meminta saya untuk mengurusi dan membesarkan bagian Learning Center. Mengapa ? Karena sejak dicanangkannya jam pembelajaran bagi karyawan minimum 50 jam/orang/tahun, ternyata target itu sangat jauh dari pencapaian. Hal ini karena tidak ada lembaga atau bagian khusus yang menangani masalah pembelajaran karyawan. Untuk itulah saya ditunjuk untuk masuk kebagian learning center.

Saya langsung menerima tawaran itu, karena bagi saya ini adalah tantangan baru bagi saya. Setelah bertahun-tahun berurusan dengan kualitas produk, dan sistem manajemen, sekarang saya harus berurusan dengan kualitas Sumber Daya Manusia. Sesuatu yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya.

Karena masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan ditempat yang lama, maka baru pada tahun 2015 saya benar-benar pindah kebagian Peningkatan Sumber Daya manusia.

Hal pertama yang saya lakukan adalah menyempurnakan sistem dokumentasi untuk pembelajaran karyawan. Setelah itu baru saya belajar untuk ikut memberikan pelatihan karyawan. Dan inilah hal yang paling tidak pernah saya lakukan sebelumnya yaitu “Berbicara didepan umum” atau public speaking.

Apa yang terjadi dihari pertama saya ikut memberikan pelatihan kepada karyawan ? sudah pasti grogi, ngomomg nggak jelas, nggak bisa fokus, jet leg, keringat dingin keluar semua,lidah kaku, suara cepat serak, gemetar, dan lain-lain.

Namun saya tidak putus asa. Saya punya prinsip jika saya ingin bisa mengembangkan sumber daya manusia, maka saya harus mampu mengembangkan diri saya dahulu.

Bagaimana caranya ?

coaching28129

sumber gambar (https://www.eventbrite.com/e/leadership-academy-coaching-and-conducting-effective-performance-reviews-registration-33793894448)

Saya harus belajar, belajar, belajar dan belajar. Saya harus banyak belajar tentang banyak hal yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia. Saya mulai mengumpulkan buku-buku tentang pengembangan sumber daya manusia. Saya mulai belajar tentang supervisor, komunikasi, Coaching, Manajemen Perubahan, Manajemen Waktu, Pembentukan team, dan lain-lain.

Selain dari buku-buku cetak, saya juga mulai browsing internet untuk mendapatkan ebook gratis tentang Manajemen Sumber Daya Manusia. Saya juga mulai mengikuti banyak seminar dan menjadi anggota group yang bergerak dibidang Human Resource. Disitulah saya banyak berkenalan sekaligus belajar dari para praktisi Human Resource yang sudah kompeten. Dan beberapa orang sudah menjadi HR Director dibeberapa perusahaan baik lokal maupun asing.

Untuk bisa memberikan pelatihan terutama berbicara didepan banyak karyawan maka satu hal yang harus saya kuasai adalah “Cara Berkomunikasi”.

Bagaimana caranya ?

Saya mulai belajar berkomunikasi dengan anggota group yang notabene adalah orang-orang hebat dibidan public speaking. Saya mulai belajar berkomunikasi juga dengan orang-orang setingkat Direktur, ada juga yang bergelar Profesor, ada yang MBA, PhD, dan lain-lain. Mengapa demikian ? karena saya pikir, kalau saya bisa berkomunikasi dengan orang-orang setingkat mereka, maka akan sangat mudah bagi saya untuk berkomunikasi dengan mereka yang levelnya dibawah mereka. Bener nggak ?

Apa hal yang paling menarik bagi saya ?

Dari sekian banyak hal yang saya pelajari, ada satu hal yang sangat menarik bagi saya, yaitu tentang COACHING.

Apa itu COACHING ?

International Coach Federation (ICF) mendefinisikan Coaching sebagai berikut : Coaching is partnering with clients in a thought-provoking and creative process that inspires them to maximize their personal and profesional potential”

Coaching sebagai bentuk kemitraan bersama client (Coachee) dengan memprovokasi pemikiran dan proses kreatif yang menginspirasi mereka untuk memaksimalkan potensi pribadi dan proesional yang dimilikinya.

Coaching is a form of development in which a person called a coach supports a learner or client in achieving a specific personal or professional goal by providing training, advice and guidance. The learner is sometimes called a coachee (https://en.wikipedia.org/wiki/Coaching)

Coaching adalah bentuk pengembangan di mana seseorang yang disebut Coach  mendukung pembelajar atau klien dalam mencapai tujuan pribadi atau profesional yang spesifik dengan memberikan pelatihan, nasehat dan panduan. Pembelajar terkadang disebut coachee.

Coaching berkembang dengan pesat da memiliki beberapa cabang, diantaranya adalah :

  1. Personal Coaching

Apa itu Personal Coaching ? “[Coaching is an] ongoing relationship which focuses on clients taking action toward the realization of their. visions, goals or desires.” — Personal and Professional Coaching Association (http://www.authenticityconsulting.com/act-lrn/a-l/coaching.htm)

“[Coaching adalah sebuah] hubungan berkelanjutan yang berfokus pada klien yang mengambil tindakan terhadap realisasi visi, tujuan, atau keinginan mereka.”

Jadi personal coaching itu prosesnya berkelanjutan dan fokus pada client sampai benar-benar berhasil merealisasikan visi dan tujuan yang ingin dicapai.

2. Life Coaching

2629ae8286dfa42a3bbd24935681252d

sumber gambar (https://id.pinterest.com/explore/coaching/)

Life coaching is a synergistic relationship between an accredited life coach and a client designed to tap into your full potential (http://www.lifecoach.com/what-is-a-life-coach)

Life Coaching adalah hubungan sinergis antara Life Coach terakreditasi dengan klien yang dirancang untuk memanfaatkan potensi Anda secara penuh.

Apa yang harus dilakukan oleh seorang life coach ?

We help people move forward and set personal and professional goals that will give them the life they really want. Most life coaching clients are healthy, successful people who might be a bit stuck or simply want to make a big change in their lives and want the support of their own personal coach to do so. Sports (http://www.lifecoach.com/what-is-a-life-coach)

Seorang Life Coach membantu orang untuk terus maju dan menetapkan tujuan pribadi dan profesional yang akan memberi mereka kehidupan yang sebenarnya mereka inginkan. Kebanyakan klien life coaching adalah masalah kesehatan, orang sukses yang mungkin sedikit terjebak/mandeg atau hanya ingin membuat perubahan besar dalam kehidupan mereka dan menginginkan dukungan dari personal coach mereka untuk melakukannya. atau dibidang Olahraga.

Siapa yang bekerja dengan Life Coach?

Pengusaha, eksekutif, pemimpin bisnis, aktor, musisi, orang kreatif, manajer, pemilik bisnis kecil, pemula, profesional dan pembuat rumah semua mencapai tujuan mereka dengan bantuan life coach. Jika ada gap antara dimana Anda berada sekarang dan di mana tujuan yang Anda inginkan, maka disitu ada ruang untuk melakukan life coaching. Coach Anda tidak hanya akan membantu Anda menutup celah, life coach Anda akan membantu menembus limiting belief (keyakinan terbatas) Anda dan menantang Anda untuk berpikir lebih besar (http://www.lifecoach.com/what-is-a-life-coach).

Apa yang akan Anda lakukan dengan life coach?

1. Menetapkan dan mencapai tujuan dan sasaran
2. Perencanaan – bisnis, karir dan kehidupan
3. Menghancurkan blok dan ketakutan
4. Memperjelas keadaan yang penuh kekacauan
5. Keamanan dan kemandirian finansial
6. Menyeimbangkan bisnis dan kehidupan pribadi
7. Membuat keputusan penting dan merancang strategi untuk sukses
8. Berkomunikasi dengan powerfull  dan efektif
9. Menjadi zona bebas masalah
10. Membangun hubungan yang kuat
11. Menembus langit-langit kaca pembatas
12. Dipromosikan
13. Menemukan karir / pekerjaan yang ideal atau bisnis
14. Menemukan pasangan ideal / cinta / hubungan
15. Keluar dari kebiasaan aau zona nyaman
16. Membuat transisi hidup yang penting
17. Memulai bisnis
18. Menumbuhkan bisnis
19. Hidup yang ideal
20. Mengidentifikasi nilai inti dan hasrat atau passion
21. Memenuhi kebutuhan pribadi dan emosional
22. Terorganisir
23. Menghasilkan lebih banyak uang
24. Memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati hidup
25. Bermain, bersenang-senang, dan lebih menyenangkan lagi!
Dan masih banyak lagi … (http://www.lifecoach.com/what-is-a-life-coach)

Bersambung…..

Sampai jumpa diartikel kami berikutnya masih seputar dunia coaching.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s