LEARNING CORNER

PENTINGKAH SISTEM PEMBELAJARAN “PAIKEM GEMBROT” DILAKUKAN DI PERUSAHAAN ?

 

1. Pengertian PAIKEM 

PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Oleh sebab itu PAIKEM dapat didefinisikan sebagai: pendekatan mengajar (approach to teaching) yang digunakan dengan memakai metode tertentu dan pelbagai media pengajaran yang disertai penataan lingkungan sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Tujuan dari sistem pembelajaran ini adalah agar para peserta pembelajaran  merasa tertarik sehingga mudah menyerap pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari. Selain itu, sistem pembelajaran PAIKEM juga memungkinkan peserta melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan sikap, pemahaman, dan keterampilannya sendiri dalam arti tidak semata-mata “disuapi” oleh guru atau pembimbing atau trainer.

Metode pembelajaran PAIKEM, bisa perpaduan beberapa metode yaitu:

1) metode ceramah plus,

2) metode diskusi;

3) metode demonstrasi;

4) metode role-play; dan

5) metode simulasi.

 

2. MENGAPA PERLU PAIKEM ?

Confucius (551 – 479 SM) pernah mengatakan I hear and I forget; I see and I remember; I do and I Understand”Artinya dalam belajar jika kita hanya “Mendengar” saja kita akan lupa; jika kita “Melihat” kita akan ingat; dan jika kita “Melakukan” maka kita akan paham. Sehingga bisa dikatakan bahwa dalam hal belajar mengajar tidak cukup hanya dengan mendengar atau melihat saja tetapi dibutuhkan tindakan atau prakteK agar kita bisa lebih memahami apa yang kita pelajari.

confucius136802

Hal ini kemudian diperbaharui oleh Mel Silberman dalam bukunya Active Learning, a Handbook dia mengatakan :

When I only hear, I forget.

When I hear and see, I remember a little.

When I hear, see, and ask questions and discuss with someone else, I

begin to understand.

When I hear, see, question, discuss, and do, I acquire knowledge and skill.

When I teach someone, I master what I have learned.

mel silberman credo

Artinya bahwa jika hanya mendengar saja kita akan lupa; ketika kita mendengar dan melihat kita akan sedikit ingat; ketika kita mendengar, melihat, dan mengajukan pertanyaan serta berdiskusi dengan orang lain, kita mulai paham; ketika kita mendengar, melihat, betanya, berdiskusi, dan melakukan maka kita mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan; dan ketika kita mengajarkan kepada orang lain maka kita akan menguasai apa yang kita pelajari.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam proses belajar mengajar, harus dilakukan dengan sangat aktif (active learning) yaitu bukan hanya mendengar dan melihat saja tetapi harus bertanya, berdiskusi, mempraktekkan dan mengajarkan kembali kepada orang lain.

Mengapa demikian, Edgar Dale (1969) pernah mengatakan tentang daya ingat seseorang setelah beberapa hari ternyata mengalami penurunan sebagai berikut :

Lecture 5 percent

Reading 10 percent

Audiovisuals 20 percent

Demonstration 30 percent

Discussion 50 percent

Practice by doing 75 percent

Teaching others 90 percent

Hal ini kemudian lebih terkenal dengan piramida daya ingat :

the-art-of-training-coaching-delivery-3-728

Dari uraian diatas maka sistem pembelajaran tradisional yang pasif yaitu hanya mendengar dan melihat saja tidaklah cukup. Maka harus ditambahkan dengan aktif bertanya, berdiskusi kemudian melakukan atau mempraktekkan apa yang dipelajari untuk kemudian mampu mengajarkan kembali kepada orang lain atau sistem belajar aktif.

Dan sistem pembelajaran PAIKEM sepertinya sangat cocok dengan persyaratan diatas karena semua unsur pembelajaran sudah terangkum didalamnya.

3. SEJARAH “PAIKEM GEMBROT”

Awal mulanya dikenal dengan nama PAKEM yaitu Pembelajaran Aktif,  Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan kemudian berkembang penamaannya menjadi PAIKEM dengan penambahan kata Inovatif, kemudian kita juga mengenal PAIKEM Gembrot (gembira dan berbobot) dan sekarang lebih berkembang lagi dengan ditambahkannya isu Lingkungan menjadi PAILKEM. Ini membuktikan bahwa sistem pembelajaran ini telah berkembang demikian pesat dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di Indonesia sampai saat ini.

Harapannya sistem pembelajaran ini akan mampu mengubah pembelajaran menjadi lebih efektif.

 

Adapun perkembangan PAIKEM yang ada di Indonesia sebagai berikut:

Pertama kali munculnya dikenal dengan istilah PAKEM semula dikembangkan dari AJEL (Active Joyful and Effective Learning). Untuk pertama kali di Indonesia pada tahun 1999 yang dikenal dengan istilah PEAM (Pembelajaran Efektif, Aktif dan Menyenangkan). Pada dasarnya landasan teori yang digunakan adalah mengambil teori-teori tentang active learning atau pembelajaran aktif.

Dalam buku rambu-rambu penyelenggaraan PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) yang dirterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional tahun 2007 dijelaskan bahwa salah satu materi pokok yang harus diberikan dalam PLPG adalah materi PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Oleh karenannya, sejak akhir tahun 2007 istilah PAIKEM mulai dikenal luas di Indonesia, dan menjadi rujukan utama dalam pelaksanaan pembelajaran.

Yang menjadi kendala dalam pelaksanaan PAIKEM adalah kurangnya tenaga pengajar. Efektifitas kelas maksimal 20 (idealnya 14 atau 15 orang) siswa, sedangkan dalam realitanya kelas berisi + 30-35 siswa, sehingga untuk melaksanakan program PAIKEM untuk jumlah peserta yang banyak, perlu diadakan kelas paralel artinya kelas dipecah menjadi beberapa kelas ideal. Sehingga tentunya juga diperlukan lebih banyak Guru atau Pembimbing.

 

4. Definisi  PAIKEM

PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) dapat dijadikan model alternatif dalam proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif, efisien, menyenangkan dan jauh dari pembelajaran yang membosankan peserta didik. Asmani (2011:59) menjelaskan bahwa definisi PAIKEM adalah sebuah pendekatan yang memungkinkan peserta didik mengerjakan kegiatan beragam untuk mengembangkan keterampilan, sikap, dan pemahaman dengan penekanan belajar sambil bekerja (learning by doing). Sementara, guru/pembimbing menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar, termasuk pemanfaatan lingkungan, supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif.

Sedangkan Hamzah dan Nurdin (2012:10) dalam bukunya yang berjudul PAILKEM  menjelaskan bahwa pembelajaran ini merupakan salah satu strategi yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Karena bidang garapannya tertuju pada bagaimana cara: (1) pengorganisasian materi pembelajajaran, (2) menyampaikan atau menggunakan metode pembelajaran, (3) mengelola pembelajaran sebagaimana yang dikehendaki.

Menurut Rusman (2011:322) PAIKEM merupakan model pembelajaran dan menjadi pedoman dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan pelaksanaan PAIKEM, diharapkan berkembangnya berbagai macam inovasi kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang partisipatif, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa PAIKEM merupakan pembelajaran yang memungkinkan siswa/peserta dapat melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan, sikap dan pemahaman dengan mengutamakan belajar sambil bekerja, guru/pembimbing menggunakan berbagai sumber belajar dan alat bantu termasuk pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar agar pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif.

5. Perubahan yang mendasari adanya Sistem Pembelajaran PAIKEM 

PAIKEM dikembangkan berdasarkan beberapa perubahan/peralihan:

  • Peralihan dari belajar perorangan (individual learning) ke belajar bersama (cooperative learning);
  • Peralihan dari belajar dengan cara menghafal (rote learning) ke belajar untuk memahami (learning for understanding); 
  • Peralihan dari teori pemindahan pengetahuan (knowledge-transmitted) ke bentuk interaktif, keterampilan proses dan pemecahan masalah;
  • Peralihan paradigma dari guru/pembimbing mengajar ke siswa/peserta yang belajar;
  • Beralihnya bentuk evaluasi tradisional ke bentuk authentic assessment seperti portofolio, proyek, laporan siswa, atau penampilan siswa (Shadiq dalam Setiawan, 2004)

6. Karakteristik Sistem Pembelajaran PAIKEM

  • Berpusat pada siswa (student-centered );
  • Belajar yang menyenangkan (joyfull learning);
  • Belajar yang berorientasi pada tercapainya kemampuan tertentu (competency-based learning);
  • Belajar secara tuntas (mastery learning);
  • Belajar secara berkesinambungan (continuous learning);
  • Belajar sesuai dengan ke-kini-an dan ke-disini-an (contextual learning).

Penjelasan singkat tentang Sistem Pembelajaran PAIKEM

  1. Pembelajaran Aktif

Konsep pembelajatran aktif bukanlah tujuan dari kegiatan pembelajaran, tapi merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran.

Aktif dalam strategi ini adalah memposisikan guru/pendamping sebagai orang yang menciptakan suasana belajar yang kondusif atau sebagai fasilitator dalam belajar, sementara siswa/peserta sebagai peserta belajar yang harus aktif.

Dalam proses pembelajaran yang aktif itu terjadi dialog yang interaktif antara siswa/peserta dengan siswa/peserta, siswa/peserta dengan guru/pembimbing  atau siswa/peserta dengan sumber belajar lainnya.

Dalam usaha pembelajaran yang aktif tersebut, siswa/peserta tidak dibebani secara perseorangan dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam belajar, tetapi mereka dapat saling bertanya dan berdiskusi sehingga beban belajar bagi mereka sama sekali tidak terjadi.

 

  1. Pembelajaran Inovatif

Pembelajaran inovatif juga merupakan strategi pembelajaran yang mendorong aktivitas belajar. Maksud inovatif disini adalah dalam kegiatan pembelajaran itu terjadi hal-hal yang baru, bukan saja oleh guru/pembimbing sebaagi fasilitator belajar, tetapi juga oleh siswa/peserta yang sedang belajar. Dalam strategi pembelajaran yang inovatif ini, guru/pembimbing tidak saja tergantung dari materi pembelajaran yang ada pada buku atau slide power point yang biasa dipakai, tetapi dapat mengimplementasikan hal-hal baru yang menurut guru/pembimbing sangat cocok dan relevan dengan masalah yang sedang dipelajari.

Demikian pula siswa/peserta, melalui aktivitas belajar yang dibangun melalui strategi ini, dapat menemukan caranya sendiri untuk memperdalam hal-hal yang sedang dia pelajari.

 

  1. Pembelajaran Kreatif

Pembelajaran yang kreatif juga sebagai salah satu strategi yang mendorong siswa/peserta untuk lebih bebas mempelajari makna yang dia pelajari. Pembelajaran yang kreatif juga sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru/pembimbing mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa/peserta.

Pembelajaran yang kreatif adalah salah satu strategi pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa/peserta.

Pembelajaran kreatif ini pada dasarnya mengembangkan belahan otak kanan yang dalam teori Hemosfir disebutkan bahwa belahan otak anak terdiri dari belahan kiri dan kanan.

Belahan kiri sifatnya konvergen dengan ciri utamanya berpikir linier dan teratur, sementara belahan otak kanan sifatnya difergen dengan ciri utamanya berpikir konstruktif, kreatif dan holistik.

 

  1. Pembelajaran Efektif

Pembelajaran yang efektif adalah salah satu strategi pembelajaran yang ditetapkan guru/pembimbing dengan maksud untuk menghasilkan tujuan yang telah ditetapkan.

Strategi pembelajaran yang efektif ini menghendaki agar siswa/peserta yang belajar dimana dia telah membawa sejumlah potensi lalu dikembangkan melalui kompetensi yang telah ditetapkan dan dalam waktu tertentu kompetensi belajar dapat dicapai  dengan baik atau tuntas.

Dalam menerapkan strategi ini tentu tujuan yang akan disusun dalam kompetensi dasar, indicator dan tujuan perlu mempertimbangkan karakteristik siswa/peserta.

Dengan strategi ini akan terjadi pembelajaran yang kondusif karena guru/pembimbing ketika memberikan pembelajaran telah terbekali dengan karakteristik siswa, bagaimana kemampuannya, metode apa yang cocok digunakan, media apa yang pas digunakan serta evaluasi pembelajaran pun didasarkan pada kemampuan siswa/peserta.

 

  1. Pembelajaran Menarik/Menyenangkan

Muara dari strategi yang digunakan dalam pembelajaran adalah bagaimana proses pembelajaran itu bisa berjalan dengan baik dan menarik bagi siswa/peserta yang belajar.

Pembelajaran yang menarik dalam posisi variable pembelajaran sebagaimana diungkapkan Reigeluth (1986), Merrill(1984) menempati hasil variable pembelajaran, selain keefektifan dan efisiensi pembelajaran.

Keefektifan lebih mengarah pada besarnya persentase penguasaan yang dicapai siswa setelah melalui proses pembelajaran dalam limit waktu tertentu,

Sementara efisiensi juga melihat  hasil yang dicapai siswa/peserta dengan mempertimbangkan aspek biaya atau berapa besar dana yang dikeluarkan untuk menghasilkan persentase penguasaan, termasuk berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk hasil pembelajaran.

Strategi pembelajaran yang menarik tentu tidak akan berjalan hampa tanpa dibarengi dengan penyiapan suasana pembelajaran yang mendorong siswa/peserta akan memperdalam apa yang dia pelajari.

Paikem merupakan sebuah model pembelajaran kontekstual yang melibatkan paling sedikit empat prinsip utama dalam proses pembelajarannya.

Pertama, proses Interaksi (siswa berinteraksi secara aktif dengan guru, rekan siswa, multi-media, referensi, lingkungan dsb).

Kedua, proses Komunikasi (siswa mengkomunikasikan pengalaman belajar mereka dengan guru dan rekan siswa lain melalui cerita, dialog atau melalui simulasi role-play).

Ketiga, proses Refleksi, (siswa memikirkan kembali tentang kebermaknaan apa yang mereka telah pelajari, dan apa yang mereka telah lakukan).

Keempat, proses Eksplorasi (siswa mengalami langsung dengan melibatkan semua indera mereka melalui pengamatan, percobaan, penyelidikan dan/atau wawancara).

 

Pelaksanaan Pakem harus memperhatikan bakat, minat dan modalitas belajar siswa/peserta, dan bukan semata potensi akademiknya.

 

7. MENGAPA PENERAPAN “PAIKEM” DALAM SISTEM PEMBELAJARAN PERUSAHAAN MENJADI PENTING ?

 1. Karena dalam penerapan PAIKEM didalam dunia perusahaan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Harus Memahami sifat yang dimiliki siswa/peserta

Pada dasarnya setiap orang  memiliki imajinasi dan sifat ingin tahu. Semua terlahir dengan membawa dua potensi ini. Keduanya merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/pikiran kritis dan kreatif. Oleh karenanya, kegiatan pembelajaran perlu dijadikan lahan yang kita olah agar menjadi tempat yang subur bagi perkembangan kedua potensi anugerah Tuhan itu. Suasana pembelajaran yang diiringi dengan pujian  terhadap hasil karya seseorang, yang disertai pertanyaan yang menantang dan dorongan agar peserta melakukan percobaan, misalnya, merupakan pembelajaran yang baik untuk mengembangkan potensi peserta.

  • Memahami perkembangan kecerdasan peserta

Menurut Jean Piaget dalam Syah (2008: 29-33), perkembangan kecerdasan akal/perkembangan kognitif manusia berlangsung dalam empat tahap, yakni: Sensory-motor (Sensori-motor/0-2 tahun), Pre-operational (Pra-operasional / 2-7 tahun), Concrete-operational (Konkret-operasional / 7-11tahun) dan Formal-operational (Formal- operasional / 11 tahun ke atas).

Selama kurun waktu pendidikan dasar dan menengah, seseorang mengalami tahap Concrete-operational dan Formal-operational.

Dalam periode konkret-operasional yang berlangsung hingga usia menjelang remaja, anak memperoleh tambahan kemampuan yang disebut system of operations (satuan langkah berpikir). Kemampuan satuan langkah berpikir ini berfaedah bagi seseorang untuk mengkoordinasikan pemikiran dan idenya dengan peristiwa tertentu ke dalam sistem pemikirannya sendiri.

Selanjutnya, dalam perkembangan kognitif  tahap Formal-operational seorang remaja telah memiliki kemampuan mengkoordinasikan baik secara serentak maupun berurutan dua ragam kemampuan kognitif, yakni:

1) kapasitas menggunakan hipotesis;

2) kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak.

Dengan kapasitas menggunakan hipotesis (anggapan dasar), seorang remaja akan mampu berpikir hipotetis, yakni berpikir mengenai sesuatu khususnya dalam hal pemecahan masalah dengan menggunakan anggapan dasar yang relevan dengan lingkungan yang ia respons.

Selanjutnya, dengan kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak, remaja tersebut akan mampu mempelajari materi-materi pelajaran yang abstrak, misalnya ilmu tauhid, ilmu matematika dan ilmu-ilmu abstrak lainnya dengan luas dan mendalam.

Sebagai bukti bahwa seorang remaja pelajar telah memiliki kedewasaan berpikir, dapat dicontohkan ketika ia menggunakan pikiran hipotesisnya sewaktu mendengar pernyataan seorang kawannya, seperti:

“Kemarin seorang penggali peninggalan purbakala menemukan kerangka manusia berkepala domba dan berkaki empat yang telah berusia sejuta tahun”.

Apa yang salah dalam pernyataan ini?  Remaja pelajar tadi, setelah berpikir sejenak dengan serta-merta berkomentar: “Omong kosong!”

Ungkapan “omong kosong” ini merupakan hasil berpikir hipotetis remaja pelajar tersebut, karena mustahil ada manusia berkepala domba dan berkaki empat betapapun tuanya umur kerangka yang ditemukan penggali benda purbakala itu (Syah, 2008: 33).

  • Mengenal siswa/peserta secara perorangan

Para siswa/peserta berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAIKEM perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tecermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua siswa/peserta dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Siswa/peserta yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah dengan cara ”tutor sebaya”. Dengan mengenal kemampuan siswa/peserta, apabila ia mendapat kesulitan kita dapat membantunya sehingga belajar siswa/peserta tersebut menjadi optimal.

  • Memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar

Sebagai makhluk sosial, sejak masih kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, siswa/peserta dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Berdasarkan pengalaman, siswa/peserta akan menyelesaikan tugas dengan baik apabila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, siswa/peserta perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.

  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah

Pada dasarnya belajar yang baik adalah memecahkan masalah karena dalam belajar sesungguhnya kita menghadapkan siswa/peserta pada masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Berpikir kritis dan kreatif berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan terbuka dan memungkinkan siswa/peserta berpikir mencari alasan dan membuat analisis yang kritis. Pertanyaan dengan kata-kata ”Mengapa?”, ”Bagaimana kalau…” dan “Apa yang terjadi jika…” lebih baik daripada pertanyaan dengan kata-kata yang hanya berbunyi “Apa?”, ”Di mana?”.

  • Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik

Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAIKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Materi yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, pasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam kegiatan pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas sebuah masalah.

  • Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar

Lingkungan (fisik, sosial, dan budaya) merupakan sumber yang sarat dengan bahan belajar siswa. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar dan objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat siswa merasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus di luar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, dan membuat gambar / diagram.

  • Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar

Mutu hasil belajar akan meningkat apabila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik (feedback) dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih banyak mengungkapkan kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka.

  • Membedakan antara aktif fisik dengan aktif mental

Banyak guru yang cepat merasa puas saat menyaksikan para siswa sibuk bekerja dan bergerak, apalagi jika bangku diatur berkelompok dan para siswa duduk berhadapan. Situasi yang mencerminkan aktifitas fisik seperti ini bukan ciri berlangsungnya PAIKEM yang sebenarnya, karena aktif secara mental (mentally active) lebih berarti daripada aktif secara fisik (phisically active). Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif secara mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut, seperti: takut ditertawakan, takut disepelekan, dan takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang muncul dari temannya maupun dari guru itu sendiri. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan prinsip PAIKEM.

2. Peserta pembelajaran didalam perusahaan adalah masuk kategori orang dewasa.

Sehingga sistem pembelajarannya pun harus berbeda dengan yang diterapkan pada anak-anak. Sistem pembelajaran untuk orang dewasa bisa dikenal dengan ANDRAGOGI yang berasal dari bahasa Yunani, andros (berarti orang dewasa) dan agogos (berarti memimpin). Menurut Kartini Kartono (1997), andragogi adalah ilmu membentuk manusia: yaitu membentuk kepribadian seutuhnya, agar mereka mampu mandiri di tengah lingkungan sosialnya.

Orang dewasa yang sudah matang sebagai pribadi mempunyai kebutuhan dalam hal menetapkan kebutuhan belajarnya masing-masing.  Maka andragogi secara harfiah dapat diartikan sebagai seni dan pengetahuan mengajar orang dewasa. Namun karena orang dewasa sebagai individu yang dapat mengarahkan diri sendiri, maka dalam andragogi yang lebih penting adalah kegiatan belajar dari peserta didik, bukan kegiatan mengajar dari dosen atau pendamping.

Oleh sebab itu pemilihan metode pembelajaran orang dewasa yang tepat seharusnya mempertimbangkan aspek tujuan yang ingin dicapai, yaitu:

  • Proses pembelajaran yang dirancang untuk mendorong orang dewasa mampu menata dan mengisi pengalaman baru dengan berpedoman pada masa lalu yang pernah dialami. Serta mampu memberi wawasan baru bagi masing-masing individu untuk dapat memanfaatkan apa yang sudah diketahuinya.

Contoh: latihan keterampilan melaui tanya jawab, wawancara, konsultasi, latihan kepekaan, dan lain-lain,

  • Proses pembelajaran yang dirsancang untuk meningkatkan transfer pengetahuan baru, pengalaman baru, dan keterampilan baru sehingga dapat mendorong masing-masing individu dewasa guna meraih semaksimal mungkin ilmu penetahuan yang diinginkanya, apa yang menjadi kebutuhanya, serta keterampilan yang diperlukan.

Contoh: belajar dengan menggunakan program komputer yang dibutuhkan di tempat mereka bekerja.

Unsur-unsur lain yang perlu diperhatikan dalam memilih metode pembelajaran adalah sarana/prasarana, bahan kajian atau materi ajar, serta tingkat kemampuan mahasiswa. Terdapat beragam model pembelajaran dengan pendekatan Learning  Center  yang bisa diaplikasikan seperti small group discussion, role play and simulation, case study, discovery learning (DL), self directed learning (SDL), cooperative learning (CL), collaborative learning (CbL), contextual instruction (CI), project based learning iv(PjBL), dan problem based learning (PBL).

Maka dari itu model Pembelajaran – Aktif – Inovativ – Kreatif – Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) sangatlah cocok diterapkan juga diperusahaan.

 

3. Sistem dan Tujuan Pembelajaran disiapkan untuk “Back on the Job Application”

Artinya sistem dan tujuan pembelajaran pada akhirnya harus bisa diaplikasikan didalam pekerjaan masing-masing peserta. Dimanfaatkan sepenuhnya untuk menunjang pekerjaan para peserta pembelajaran yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kualitas kerja dan produktivitas.

Mel Silberman dalam bukunya Active Learning Handbook, mengharapkan bahwa proses pembelajaran harus meng-cover 3 manfaat utama yaitu sebelum pembelajaran dimulai, selama pembelajaran berlangsung dan setelah pembelajar selesai. Beliau juga mengatakan jika pembelajaran berorientasi pada On the job Support maka setiap dollar yang dikeluarkan untuk pembelajaran akan menghasilkan 300 US Dollar katanya.

 

Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan dan “urun rembug” dalam masalah peningkatan Sumber daya Manusia di Indonesia.

 

Sumber :

http://globallavebookx.blogspot.co.id/

 

mel Silberman, Active Learning a Handbook

 

http://ingaedukasia.blogspot.co.id/

 

Edgar Dale, Cone of Learning

 

http://pages.ucsd.edu/~dkjordan/index.html

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s