SISTEM PEMBELAJARAN “PAIKEM GEMBROT”

PENERAPAN SISTEM PEMBELAJARAN “PAIKEM GEMBROT” DI PERUSAHAAN

 

APA ITU “PAIKEM GEMBROT ?”

 

  • paikem-gembrot
  • Yaitu sistem Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira dan Berbobot.
  • Model pembelajaran yang memungkinkan peserta melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan ketrampilan, sikap dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja, sementara pembimbing menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif
  • Proses pembelajaran yang dirancang agar mengaktifkan peserta pembelajaran, mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan
  • Menciptakan Lingkungan Belajar yang kondusif/bermakna yang mampu memberikan peserta keterampilan, pengetahuan dan sikap untuk hidup.

IMG_20170202_154610

Sistem pembelajarannya adalah :

  • Multi metode
  • Multi media
  • Praktik dan bekerja dalam Tim
  • Memanfaatkan Lingkungan tempat Kerja
  • Multi Aspek :
    • Logika, Kinestika
    • Estetika, Etika

dengan uraian diatas, maka model ruangan untuk pembelajaran dibuat sedemikian rupa sehingga peserta pembelajaran menjadi nyaman, tidak terganggu oleh noise, santai dan bisa saling melihat satu sama lainnya. Caranya sebagai berikut :

  1. Ruangan didesain sedemikian rupa sehingga terkesan ‘Hening’ tujuannya untuk mengarahkan gelombang otak peserta pada gelombang Alfa – Tetha sehingga informasi yang disampaikan benar-benar masuk kealam bawah sadar mereka dan pada akhirnya diharapkan mampu mempengaruhi atau merubah perilaku peserta menuju lebih baik.
  2. Ruangan jauh dari tempat kerja, tujuannya agar selama proses belajar peserta tidak sebentar-sebentar dipanggil ketempat kerja karena ada masalah yang harus diselesaikan.
  3. Format tempat duduk dibuat letter ‘U’ tujuannya agar peserta bisa saling memandang dan mengenal satu sama lain. img_20170202_154616
  4. Alat peraga bisa berupa Laptop, LCD Monitor, sound system, dll.
  5. Jangan lupa alat-alat tulis berupa spidol white board, white board atau paper.
  6. Suasana belajar dengan menerapkan sistem S3 yaitu :
    1. S1 : SNACK – tujuannya untuk menarik minat peserta mengikuti training dan untuk sekedar pelepas dahaga.
    2. S2 : SMILE – tujuannya agar suasana training tidak membosankan, smile diisi dengan sedikit senda gurau, ice break, game, dll.
    3. S3 : STUDY – selain snack dan smile maka tujuan utamnya yaitu Study tetap harus dijaga.
  7. Handout atau materi training juga harus diberikan.

PROSES PEMBELAJARAN

Pembelajaran tidak dilakukan secara satu arah (one way) tetapi dengan cara aktif atau sharing atau diskusi.

  1. Sebelumnya diawali dengan peserta diminta untuk menuliskan harapan apa yang akan dicapai setelah mengikuti training ini.Tujuannya adalah untuk menetapkan Goal baik pribadi maupun organisasi yang akan dicapai setelah mengikuti training ini. Goal ini akan dikembalikan kepada peserta sebagai evaluasi apakah setelah training ini Goal yang telah dituliskan sudah tercapai atau belum ?
  2. Setelah itu peserta diminta untuk mendefinisikan tentang materi pokok yang akan dibahas.Sebagai contoh, saat training masalah Supervisor, maka tanyakan kepada para peserta “Menurut Anda apakah yang dinamkan dengan Supervisor dan apa peran seorang Supervisor ?”  Kemudian biarkan mereka menjawab pertanyaan itu satu persatu atau biarkan mereka berdiskusi secara kelompok 2atau 3 orang per kelompok. Setiap jawaban harus ditulis pada papan tulis agar bisa diketahui oleh semua peserta.

3. Setelah ditulis lengkap, diskusikan kembali apa yang sudah disampaikan oleh para peserta tadi.

supervisor 1.jpg

4. Tujuan dari metode bertanya dan diskusi ini untuk memancing ide, kreatifitas dan imajinasi atau pengalaman-pengalaman peserta terhadap satu masalah yang akan dibahas.

5. Dari satu pertanyaan diatas tentang apa peran seorang Supervisor, ternyata didapatkan bermacam-macam jawaban dari peserta training. Dan jawaban itu muncul dari pemikiran, gagasa, mungkin juga pengalaman dari masing-masing peserta sendiri.

6. Disinilah proses pembelajaran yang benar-benar bisa melibatkan peserta secara total (Engangement).

PEMUTARAN VIDEO ATAU FILM

Selain diskusi, juga diputarkan film atau video yang sesuai dengan tema yang sedang dibahas. Disini peran seorang pendamping untuk mengkoleksi video yang sesuai dengan tema sangat dibutuhkan.

Setelah pemutaran video, maka dilakukan juga diskusi untuk membahas apa yang bisa dipelajari dari video tadi. Pembahasan bisa dilakukan secara perorangan atau kelompok.

Pemutaran video ini biasanya paling banyak diminati dan paling banyak membuka wawasan, kreatifitas dan keterlibatan semua panca indera dari peserta.

 

LEBIH BANYAK MENAMPILKAN GAMBAR DARIPADA TEXT

Materi yang disajikan sebaiknya dibuat dalam format power point. Dan materi sebaiknya juga lebih banyak menampilkan gambar daripada text. Karena kebanyakan orang lebih menyukai film dan gambar dibandingkan dengan melihat text. sebagai contoh :

  1. Saat membahas tentang sikap seorang pemimpin, maka tampilkan gambar yang bisa merangsang peserta untuk merepresentasikan sikap seorang pemimpin dari model dunia mereka.

Boss-Shouting-at-Staff-001

2. Saat membahas masalah Teamwork, maka bisa ditampilkan gambar berikut ini :

Raft-header-2

GAME ATAU PERMAINAN

Untuk merangsang unsur Visual, Auditory maupun kinestetik peserta, membuat sebuah permainan atau Game sangat diperlukan. Misalnya saat membahas masalah Teamwork, bisa digunakan permainan menyusun kartu menjadi sebuah bangunan. Atau permainan apa saja yang penting sesuai dengan tema yang sedang dibahas.

IMG_20170228_142729

Ajak peserta untuk sedikit brkompetisi antara Team yang satu dengan Team yang lain.

IMG_20170228_144016

Setelah selesai permainan, ajak peserta untuk membuat rangkuman tentang apa yang bisa dipelajari dari permainan tadi. Setelah itu berikan waktu bagi peserta untuk mepresentasikan hasil analisa atau gagasan mereka.

IMG_20170504_150141

QUOTES

Disela-sela pemaparan materi, mungkin perlu juga diberikan kata-kata motivasi atau Quotes untuk membangkitkan semangat dan motivasi peserta sesuai dengan materi yang sedang dibahas, misalnya :

working-as-a-team-quotes

eaccc5a8676de6c70fb7ad0412d648a1

1c2491a4f40e15a4b8a7d387d458f0ea

PRESENTASI DAN TANYA JAWAB

Disetiap sesi diskusi atau permainan, doronglah peserta untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka dihadapan peserta lainnya. Presentasi ini berguna untuk merangsang keberanian peserta untuk belajar tampil dan berbicara didepan umum (public speaking). Didalam presentasi tersebut juga diberikan waktu bagi peserta lainnya untuk memberikan pertanyaan. Hal ini berguna bagi perserta untuk belajar lebih jauh tentang teknik berbicara dan menjawab pertanyaan.

PRAKTIK ATAU WORKSHOP

Dalam sesi tertentu, ajaklah peserta untuk mempraktikkan apa yang sudah didapat dari materi yang telah disampaikan. Misalnya setelah membahas masalah Coaching, misalnya. Ajaklah peserta untuk mempraktikan bagaimana proses coaching yang benar.

IMG_20170307_154645

Dengan demikian peserta tidak hanya mengetahui teorinya saja tetapi mereka juga bisa mempraktikan.

MUSIK

Jika dibutuhkan, saat peserta sudah mulai jenuh, maka bisa diberikan ice break. Ice break bisa berupa joke, atau peregangan (stretching), bisa juga dengan bernyanyi atau memainkan alat musik sambil bernyanyi bersama, atau permainan ringan lainnya yang bisa membangkitkan kembali mood peserta untuk mengikuti pembelajaran.

21fd6b32-60bc-4b1b-8228-313acfcab162_169

ICE BREAKING

icebreak

STRETCHING

upper-body-stretches

 

APRESIASI

Satu hal yang sangat perlu diperhatikan selama proses pembelajaran adalah pemberian apresiasi kepada peserta. Apresiasi diberikan kepada peserta, baik yang mampu menjawab pertanyaan, yang bertanya, yang melakukan sharing, ataupun yang memberikan pendapat lain atau menyanggah atau memberi argumen tentang materi yang kita sampaikan.

Apresiasi bisa berupa tepuk tangan, pemberian jempol, jabat tangan, ucapan terima kasih, bisa berupa pemberian souvenir, dll.

jempol

1057316ThinkstockPhotos-87326302780x390

Thank-You

Diakhir sesi pembelajaran, setelah dilakukan evaluasi atau test baik tertulis maupun lisan atau presentasi, maka perlu juga dipertimbangkan adanya aprresiasi yaitu bisa berupa pemberian sertifikasi bahwa peserta telah mengikuti pembelajaran dengan tema tertentu dan dalam waktu tertentu juga.

IMG_20170522_163702

Demikian sekilas pandangan penulis seputar penerapan sistem pembelajaran PAIKEM GEMBROT yang penulis anggap merupakan sistem pembelajaran yang sangat luar biasa ini kedalam dunia kerja atau ke dalam perusahaan.

Karena pada dasarnya belajar itu adalah wajib bagi laki-laki dan perempuan mulai dari ayunan sampai keliang lahat.

Meskipun sudah bekerjapu masih tetap harus belajar. Dan dengan sistem pembelajaran PAIKEM GEMBROT ini harapan penulis bisa meningkat kan pengetahuan, ketrampilan, sikap kerja, kompetensi karyawan, komunikasi antar karyawan dan lain-lain. Dan pada akhirnya produktifitas karyawan juga akan meningkat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s