Metafora

KISAH TENTANG ANJING YANG MELOLONG

Pernahkah Anda mendengar tentang kisah anjing melolong? Ini tidak seperti-yang sudah kita kenal sebagai cerita moral lainnya, tapi yang satu ini dibungkus dengan kemasan yang baik. Ada iterasi yang berbeda tetapi intinya adalah sama.

Berikut kisah lama yang akan diceritakan kembali oleh penulis:

Tom baru saja pindah ke lingkungan yang baru. Dia menyukai rumahnya dan lingkungannya, tapi ada satu hal yang dia tidak dia sukai.

Tetangganya, sebut saja namanya Pak Tanto, punya anjing yang terus melolong non-stop. Bisa dikatakan hampir sepanjang hari.

Howling Dog

“Auuuuuhhhh ………… Aaaauhhhh ………….”

Awalnya Tomi berpikir anjing itu hanya akan melalui fase tertentu saja, sehingga ia mengabaikan lolongan yang sering dia dengar, dia berpikir suatu saat itu akhirnya akan berhenti.

Tapi ternyata tidak. Anjing itu terus melolong.

“Auuuu ……………. auuuu ………….. Auuuhhhhh ………”

1 hari berlalu. Tidak ada yang berubah. 2 hari berlalu. Masih melolong. 3 hari. 5 hari. 1 minggu. 2 minggu. 1 bulan. Masih melolong, tanpa tanda-tanda berhenti.

“Auuuhhh …………….. Oouuuuuhhhhh ……… Au au auuhhhhh ..”

Akhirnya, Tomi tidak bisa tahan lagi. Suatu hari, ia berjalan ke rumah Pak Tanto untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Benar saja, ada anjing, duduk di teras depan, melolong edengan sangat menyedihkan bagi siapa pun yang berjalan didekatnya.

Howling Dog

“Auuuhhh …. Ouuuhhh ….. Auuuuuuuuuuuuuu …… …… Au au au auu au au auuuuhhhhh …..”

Di sisi lain, Pak Tanto sedang bersantai di bangku nya di halaman, santai membaca koran dan menyeruput secangkir kopi.

Penasaran dengan apa yang sedang terjadi, Tomi berjalan menghampiri Pak Tanto.

Tomi: “Selamat pagi pak Tanto, apakah ini anjing Anda?”

Pak Tanto: “Anjing yang mana ?” Dia melihat sekeliling. “Oh itu. Yup… dia milikku. Ada apa Nak ?”

Tomi: “Mengapa dia terus melolong?”

Pak Tanto: “Oh, itu karena dia duduk di paku.”

Tomi: “?!? Duduk di paku ??”  pikir Tomi sambil melihat anjing itu dengan sedikit bingung.

“..Okay …. jadi mengapa dia menjauh saja dari paku itu kemudian pergi..??”

“Nah, Tomi …………”, Pak Tanto sambil meneguk lambat kopinya sebelum menjawab.

“…. Itu karena dia tidak merasa sakit atau belum cukup rasa sakit yang bisa dia rasakan….. .”

Semua dari kita memiliki paku dalam kehihidupan kita yang mampu menusuk diri kita. Beberapa dari kita memiliki paku karir. Pekerjaan  tidak bisa dinikmati. Pekerjaan yang menyeret kita jadi putus asa dan mengisap sebagian besar kehidupan kita. Pekerjaan yang membuat kita mengeluh , hari demi hari, namun kita tidak melakukan apa-apa untuk merubah keadaan. Manajer dan / atau rekan-rekan kerja yang seolah-olah ingin melumpuhkan kita. Tidak ada atau mungkin hanya terlambat dari atasan untuk pengakuan diri atau kinerja atau kompetensi yang kita miliki. perkembangan karir terbatas. Gaji yang kurang memuaskan memuaskan dan tidak bisa mengambil manfaat dari apa yang kita kerjakan setiap hari. Tidak dipandang dalam berkarir, dan lain-lain.

Beberapa dari kita memiliki paku hubungan. Tidak mampu menemukan seseorang yang cocok untuk dijadikan pasangan. Melihat orang di sekitar kita yang sudah ada ikatan / menikah sementara kita tetap jomblo….hehe. Memiliki seseorang tapi tidak yakin apakah dia benar-benar “yang kita inginkan”. Memiliki pasangan tetapi seolah-olah tidak memiliki. Memiliki pasangan yang terlalu banyak atau sering ganti-ganti pasangan. Memiliki pasangan yang terlalu mendominasi. Selalu cemas dan merasa tidak berdaya dengan pasangannya, dll.

Beberapa dari kita memiliki paku keuangan. Peningkatan pengeluaran yang tidak cocok dengan penghasilan kita. Meningkatkan tanggung jawab kita tidak bisa menangani. Tabungan yang terus tekor bulan demi bulan. Peningkatan utang dari kartu kredit. Tidak cukup uang untuk membeli apa yang kita inginkan. Membuat kita harus melakukan pengetatan keuangan dengan membatasi pengeluaran.

Beberapa dari kita memiliki paku studi. Meningkatkan backlog di pekerjaan rumah yang perlu kita kejar. Ujian Sekolah sebentar lagi datang sedangkan kita sudah tidak pernah mempelajari lagi pelajaran-pelajaran kelas satu dulu. Tugas atau Perkerjaan Rumah yang tertunda dan lembar penilaian yang diselesaikan. Revisi dokumen yang seharusnya diselesaikan lama nggak jadi-jadi.  Isu-akademis yang berhubungan dengan mata kuliah belum beres dengan dosen/profesor/guru.

Beberapa dari kita memiliki paku mimpi. Mimpi yang kita benar-benar ingin mengejar tetapi jauh dari harapan. Mimpi bahwa kita telah berpikir tentang meraih sesuatu untuk sementara waktu tetapi ternyata belum bertindak apa-apa. Mimpi kita justru takut untuk melihat bahwa mimpi itu jadi kenyataan sementara itu kita terlalu lambat untuk melakukan apa pun.

Dan ada begitu banyak paku lainnya. paku kesehatan. paku persahabatan. paku spiritualitas. paku keluarga. paku kebiasaan.dan lain-lain.

Masing-masing dari kita memiliki paku yang berbeda yang akan mampu untuk menusuk kita. Beberapa dari kita memiliki beberapa paku besar yang menusuk kita setiap kali. Beberapa dari kita memiliki beberapa paku kecil yang menyodok dan mematikan. Beberapa dari kita memiliki beberapa paku besar dan kecil yang menyodok berulang kali. Bukannya mengambil tindakan, sebagian besar kali kita hanya duduk dan melolong. Penyebabnya karena kita menganggap bahwa tusukan paku-paku tersebut tidak cukup menyakitkan.

Apakah ada paku dalam hidup Anda, dan Anda tidak menanganinya ?

Mengapa? Apakah Anda merasa bahwa tusukan paku itu belum cukup menyakitkan ?

Apa yang akan Anda lakukan?

Segera bertindak untuk melakukan sesuatu atau Anda akan terlambat untuk melakukan sesuatu?

Jangan hanya “Melolong” seperti anjing diatas, segera ambil tindakan untuk membuang paku-paku itu agar tidak melukai Anda baik lambat atau cepat.

Jangan menunggu sampai paku benar-benar melukai sebelum Anda mengambil tindakan. Karena ketika itu terjadi,  berarti Anda terlambat untuk melakukan sesuatu.

 

Salam hangat dari penerjemah

 

Slamet Soegiarto

 

Terjemahan bebas dari :

The Howling Dog Story

yang ditulis oleh Celestine Chua

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s