NLP DAN MODEL DUNIA

JANGAN MEMBUNUH KEINGINAN,
HIDUPKAN KEINGINANMU

Kemarin saya baru saja bertemu seorang teman lama, seingat saya waktu kuliah dulu dia sangat menonjol karena pintar dan aktif dalam berbagai aktivitas mahasiswa. Namun saya heran, mengapa hidupnya dalam penderitaan. Banyak hutang dan masalah menumpuk dalam kehidupannya.
Saat kami ngobrol, mudah bagi saya mengenali bahwa kawan lama saya ini hidup dalam ‘alasan’. Dia sangat piawai menggerakkan pikiran dan emosinya untuk menemukan alasan kenapa sesuatu nggak akan berhasil, alias bakal gagal. Piawai banget dia.
Itu yang menyebabkannya, menjadi manusia yang selalu memiliki alasan untuk tidak melakukan sesuatu, karena pikiran sangat pandai menemukan alasan ‘kenapa sesuatu bakal gagal’.
NLP DAN MODEL DUNIA
Belajar NLP mengajarkan pada saya bahwa dunia ini banyak orang berkeinginan untuk maju, namun mereka tidak pernah melatih diri mereka untuk menggunakan pikiran untuk menemukan alasan kenapa dirinya perlu terus melaju maju.
Rekan-rekan, Anda tahu, bahwa lebih banyak orang setiap hari melatih pikirannya untuk menemukan alasan, kenapa mereka harus berhenti. Jika Anda bayangkan, lucu juga ya, mereka ini… Karunia Tuhan berupa pikiran kok dipakai untuk melemahkan dirinya.
Tahukah Anda, pikiran itu mirip otot, bisa dilatih sehingga menjadi lebih kuat dalam hal tertentu, menjadi lebih terbiasa. Nah anehnya, banyak orang yang melatih otot pikirannya malah untuk terbiasa “membunuh keinginan”, bukan “menghidupkan dan membesarkannya”.
Yang benar-benar memalukan adalah, diluaran sana ada saja seseorang secara sengaja membunuh keinginannya karena alasan mereka takut “tidak mampu mencapainya”. Rasa takut tidak mampu mencapai ini, membuat mereka merasa amat takut terlihat ‘gagal’ atau “tidak berhasil” di mata orang lain.
Jadi mereka memilih membuuh keinginannya, agar mereka tidak melihat dirinya sebagai orang gagal. Kebiasaan ini, karena diulang-ulang, akhirnya jadi model dunia mereka. Sayang sekali, potensi pikiran yang digunakan secara salah pakai.
Dr. Richard Bandler -pencipta NLP-  mengatakan: “Pikiran adalah suatu mesin berpikir yang amat luar biasa, namun banyak orang memakainya untuk menghasilkan pemikiran yang merugikan disinya sendiri.”
ARAHKAN POTENSI BERPIKIR
Saya tidak tahu dengan Anda, namun saya sendiri selalu berpikir jika Anda arahkan pikiran Anda ke arah kemana kita ingin berada, maka kita akan selalu maju.
Keinginan selalu menggerakkan kita untuk maju, saya bilang ke anak-anak saya: “Jangan pernah membunuh keinginanmu, sebaliknya justru jadikan suatu langkah untuk maju, apapun itu. Sekalipun mungkin dilihat sepele oleh orang lain.”

Misal, Anda pingin banget pergi berlibur ke luar negeri, mungkin bagi orang lain kesannya aneh, buang-buang duit, dan sok glamor. Ya gak papa kan pergi ke luar negeri… emang kenapa?
  • Toh Anda tidak minta uang ke mereka.
  • Toh Anda tidak saya minta ambil tabungan Anda.
  • Toh Anda tidak saya minta mengurangi jatah keuangan sehari-hari yang harusnya untuk keluarga, atau SPP anak sekolah.
  • Toh Anda tidak perlu menggunakan uang yang harusnya untuk bayar zakat atau sedekah.
  • Toh Anda tidak saya minta meminjam uang ke orang lain atau hutang pakai credit card….
Ya, Anda bahkan benar-benar tidak boleh menggunakan uang yang sudah Anda miliki.
Lho terus uangnya dari mana?
Nah ini rahasianya…
Mau tahu?
Sementara Anda memastikan pikiran tetap berada dalam kondisi positive thinking terhadap ide saya ini, kita jadi mengerti bahwa alangkah bijaksananya jika seseorang tidak terbawa pada pemikiran negative yang belum dia ketahui, hanya karena dia merasa dirinya pinter. Saya yakin, Anda tidak demikian.
RAHASIA
Sebelum saya jelaskan rahasia yang membuat Anda bisa selalu lebih maju dan menghasilkan sukses yang lebih baik ini, bersediakah Anda berjanji pada diri sendiri untuk mempraktekkan hal ini…,  sepanjang hal ini tidak melanggar agama dan merugikan kepentingan orang lain?
Baiklah.
Begini rahasianya…
Anda punya keinginan, misal ingin ke luar negeri.
Maka ini yang harus dilakukan :
Mengajukan pertanyaan pada diri sendiri:

  1. Kenapa saya (dan keluarga)  benar-benar perlu pergi ke luar negeri?
  2. Apa saja kerugian, penderitaan, masalah yang saya (dan keluarga) bisa selesaikan dengan saya (dan keluarga) pergi ke luar negeri.
  3. Apa saja manfaat, keuntungan, keasyikan, kesenangan, kebahagiaan saat saya pergi ke luar negeri. Perluas juga manfaat dll untuk keluarga.
  4. Seperti apa bayangannya, rasanya kedengarannya, saat saya (dan keluarga) pergi ke luar negeri. Tutup mata, hadirkan pengalamannya, dan dikunci rasanya.
  5. Bagaimana caranya, dan apa yang perlu saya lakukan agar saya (dan keluarga) bisa ke luar negeri, tanpa hutang, tanpa mengambil uang di tabungan, tanpa mengambil uang yang sudah Anda miliki, tanpa mencuri, tanpa menggunakan uang alokasi zakat/sedekah, tanpa melanggar agama dan hukum?
  6. Berhubungan dengan pertanyaan ke 5 di atas. Apa yang akan dilakukan oleh “orang lain”, jika dia berada di dalam situasi saya. Menurut Anda, yang akan dia lakukan apa, jika dia adalah:
  • Seorang ilmuwan / dosen / peneliti
  • Seorang salesman / tenaga penjual / MLM
  • Seorang pengusaha, dll
Nah, kalau sampai taraf ini, pikiran masih terus beralasan gagal. Tandanya orang itu perlu terapi.
Baik,
Rahasia ini penting karena akan melatih Anda untuk selalu membangun dan memelihara keinginan dan bukan membunuhnya. Maka efeknya adalah “otot pikiran” kita akan menjadi terbiasa dan terlatih untuk maju, bukan menghindar dan jadi “orang kalah”. Nggak enak banget jadi orang kalah…
Salam sukses
disadur dari :
NLP4Life oleh Ronny F. Ronodirdjo
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s